logoblog

Cari

Ada Kejanggalan Proyek Pelebaran Jalan Nasional di Sila!

Ada Kejanggalan Proyek Pelebaran Jalan Nasional di Sila!

KM-Bolo—Pelaksanaan paket proyek pelebaran jalan batas Kota Dompu-Sila dengan No Kontrak KU.02.09/PPK09-WIL3NTB/102/2014, kini sedang dilakukan. Di kecamatan Bolo salah satunya—pengerjaan jalan

Pengaduan Infrastruktur

KM Bolo
Oleh KM Bolo
27 April, 2014 17:19:58
Pengaduan Infrastruktur
Komentar: 0
Dibaca: 38820 Kali

KM-Bolo—Pelaksanaan paket proyek pelebaran jalan batas Kota Dompu-Sila dengan No Kontrak KU.02.09/PPK09-WIL3NTB/102/2014, kini sedang dilakukan. Di kecamatan Bolo salah satunya—pengerjaan jalan nasional ini mulai dari barat jembatan desa Tambe hingga cabang Donggo desa Rato.

            Pengerjaan proyek pelebaran jalan batas Kota Dompu-Sila ini pula, juga menuai pertanyaan—mulai dari kegiatan awal penggalian sebagai perluasan ruas jalan untuk diisi agregat, hingga pada tingkat pengaspalan. Apa lagi anggaran dalam proyek ini, juga tak diketahui nilainya. Padahal, dalam papan kontrak—sebagian anggaran yang dipakai dalam proyek tersebut juga berasal dari pajak masyarakat. Artinya, pihak pelaksana termasuk Pejabat Pengambil Kebijakan (PPK) di Bina Marga PU Provinsi NTB terkesan masih tertutup.

            Pantauan langsung kampung-media.com, ada beberapa tahapan awal sehingga proyek yang anggarannya masih ‘siluman’ itu, dapat dilihat kualitasnya. Mulai dari tahap pengujian oleh DMF Balai Pengujian di Mataram, hingga pada Tes Sandcron pada tingkat dasar tanah serta bahan agregat kelas B dan A yang dipakai.

            Begitu pula pada sisi kualitas Tekot dan Primcot sebagai bahan cat aspal yang disprayer di atas aspal lama maupun pada agregat. Sebab, jika kedua bahan tersebut dijadikan satu komposisi atau tidak merata dalam sprayernya, maka secara logika akan berdampak pada bleding (aspal gelombang). Artinya, antara aspal baru dengan aspal lama, dan agregat dengan aspal baru tidak terikat secara sempurna.

Begitu pula kadar aspal yang dipakai dalam pengaspalan. Apakah sudah memenuhi standar atau mengacu pada Job Mix Formula (JMF) atau tidak? Pihak Quality Engineer (QE) selaku Konsultan yang bertanggung jawab untuk pengawasan quality, harus teliti seperti mengambil sample aspal per 200 ton, atau minimal dua kali dalam sehari untuk diuji ke laboraturium. Tujuan tersebut guna mengetahui kadar aspal serta komposisi agregat yang dipakai sesuai JMF.

Sementara aspal yang dipakai, juga harus memenuhi standar suhu minimal 100-120 derajat celcius. Kalau pun bahan aspal tersebut berada pada suhu diatas 170 derajat celcius, maka kegiatan penghamparan tidak boleh dilakukan, karena memang bahannya sudah hangus.

Menurut Quality Engineer (QE) melalui Chief Inspektor (CI) Yoyo yang di konfirmasi KM, bahwa kadar aspal tersebut sudah memenuhi dan mengacu JMF—dengan suhu normal 100 - 120 derajat celcius. Namun dirinya tidak bisa menjelaskan secara detail saat diminta untuk dilakukan uji laboraturium (lab) terkait suhu aspal yang dipakai dalam pengaspalan tersebut. “Terkait uji lab, nanti ada QE yang bertanggung jawab dan melakukannya,” kata Yoyo saat di lokasi kegiatan, Ahad (27/4/2014) siang.

 

Baca Juga :


Di tempat yang sama, Project Officer (PO) PU Bina Marga Provinsi NTB Hanafi di konfirmasi, mengaku pekerjaan ini tetap diawasi, termasuk oleh teman-teman LSM, media maupun masyarakat sekitarnya. Ia sedikit kaget saat ditanya besar anggaran yang semestinya tertuang dalam papan informasi tersebut. “Ada ko’, termasuk angka rupiahnya,” kata Hanafi. Namun setelah ditunjukkan bukti foto yang diambil sehari sebelumnya, Hanafi sedikit mengelak.  

Kemudian disinggung persoalan cat aspal, Hanafi mengaku telah dilakukan sesuai standar dengan menggunakan bahan emulsi bercampur air.

Sementara sehari sebelum pengaspalan, cat aspal yang disprayer saat itu, langsung dihadapkan dengan curah hujan  hingga malam hari. Artinya, bahan perekat antara aspal lama dengan aspal baru tersebut semestinya disparyer ulang. “Tapi itu sudah kami lakukan kembali sebelum pengaspalan pagi ini,” tambah Yoyo didampingi Hanafi.   

Hingga berita ini ditulis, bahwa permintaan untuk melakukan uji laboraturium bahan dan suhu aspal yang diambil saat dibongkar dari truk kedalam mesin pengaspal, belum bisa dipenuhi oleh pihak konsultan. Hal ini menurut CI, untuk melakukan uji lab tersebut harus dilakukan oleh QE selaku yang bertanggungjawab. Begitupun pada papan kontrak—yang semestinya sebagai pelaksana adalah PT Dunia Mas, namun di lapangan dipihak ketigakan kepada PT Bunga Raya, termasuk nilai kontrak tidak dicantumkan. Kami pun menduga, anggaran yang dipakai dalam pelaksanaan paket proyek pelebaran jalan batas Kota Dompu-Sila tersebut, masih “SILUMAN”.(adi) - 01



 
KM Bolo

KM Bolo

Koordinator: SURYADIN Alamat : Jl. Lintas Sumbawa No.53 Desa Rasabou Kecamatan Bolo Kabupaten Bima Prov. NTB Admin: Agus Setiawan (082339467728) email:kmbolo@ymail.com Kontak Person: 085-25332-3535 ANGGOTA: Didin, Buhari, Rahmi, Can

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan