logoblog

Cari

Tutup Iklan

Spot Wisata Dicaplok Kades

Spot Wisata Dicaplok Kades

Spot wisata merupakan aset yang harus dilestarikan oleh suatu daerah dimana spot wisata tersebut berada, karena spot wisata tidak seharusnya untuk

Pengaduan Infrastruktur

KM Ncuhi Saneo Woja
Oleh KM Ncuhi Saneo Woja
12 Juni, 2016 23:02:38
Pengaduan Infrastruktur
Komentar: 0
Dibaca: 12433 Kali

Spot wisata merupakan aset yang harus dilestarikan oleh suatu daerah dimana spot wisata tersebut berada, karena spot wisata tidak seharusnya untuk dimiliki secara pribadi oleh orang-orang tertentu. Rupanya hal itu tidak berlaku pada Pemerintah Desa Mbuju Kecamatan Kilo Kabupaten Dompu, dimana pada Desa tersebut memiliki spot wisata yang cukup terkenal sampai pada tingkat Provinsi. Spot wisata tersebut adalah Doro Matompo, spot ini merupakan sebuah bukit menjulang dengan memiliki keindahan rumput ilalang, view laut, view terumbu karang yang dapat dilihat langsung ketika berada di atas bukit Matompo dan view gunung tambora. Kini spot itu sudah dimiliki secara pribadi oleh oknum Kepada Desa nya yang bernama Abdullah H Arsyad dengan mengeluarkan Sertifikat dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Dompu atas program Nasional (Pronag) Dinas Kelautan dan Perikanan (Diskanlut) Kabupaten Dompu tahun 2013. Memang diakui, Doro Matompo baru ketahui oleh masyarakat sekitar pada akhir tahun 2015 lalu yang berdasarkan perkembangan ide kreatif yang dilakukan oleh sekolompok Pemuda yang tergabung dalam Organisasi kepemudaan yang bernama KOMPAK Kilo. Sejak saat itu, Doro Matompo hampir setiap hari dikunjungi oleh wisatawan Domestik, bahkan dari Bima dan Sumbawa. Tidak terima dengan sikap oknum kepala Desa yang bertindak secara otoritas untuk kepemilikan Doro Matompo yang memiliki luas sekitar 60 are tersebut, Belasan Pemuda yang mengatas namakan Aliansi Pemuda Mbuju Menggugat atau APMM pada Rabu (08/06/2016) lalu mengadu kepada DPRD dan Pemerintah Kabupaten Dompu. "Kepala Desa Mbuju Abdullah H Arsyad, telah melakukan sertifikat pada spot wisata doro Matompo dan itu atas nama Pribadinya. Padahal Matompo adalah tempat wisata, aset desa yang dimiliki oleh warga Desa dan dikelola oleh warga Desa," teriak pemuda yang bernama Hendra, ketika berorasi di Depan Kantor DPRD Dompu. Dalam aksinya, di depan gedung DPRD, massa APMM juga mengatakan, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Dompu serta Dinas Kelautan dan Perikanan (Diskanlut) Kabupaten Dompu telah melakukan kerja sama dengan pihak Desa Mbuju sehingga diterbitkannya sertifikat Tanah Doro Matompo melalui Program Nasional Dinas Kelautan dan Perikanan tahun 2013 lalu. Para pemuda ini sangat menyayangkan sikap Oknum Kepala Desa yang bertindak otoriter untuk memiliki secara pribadi spot tersebut, para pemuda juga menilai Oknum Kepala Desa memperlambat pengerjaan proyek pembangunan dua unit baruga yang dikucurkan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Diabudpar) Dompu dengan menggerakkan beberapa orang preman. Pada aksinya juga, Warga membeberkan tindakan oknum Kades yang premanisme. Dimana kata mereka, saat warga hendak membangun dua unit baruga di Doro Matompo, warga dihadapkan dengan preman dan tidak bisa melanjutkan pembangunan. Padahal pembangunan baruga tersebut merupakan bantuan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Dompu. Menjaring aspirasi warganya, DPRD Dompu melalui Ketua Badan Kehormatan Dewan H Didi Wahyudin dan Pemerintah Daerah Kabupaten Dompu melalui Sekretaris Daerah H Agus Buckhori SH, M.Si sama sama mengatakan akan memanggil Kepala Desa Mbuju, BPN Dompu, Dikanlut Dompu dan intansi terkait untuk membicarakan serta mengklarifikasi tindakan kades yang mencaplok spot wisata Doro Matompo. Hanya saja untuk menyelesaikan masalah ini, DPRD dan Pemda Dompu memiliki mekanisme yang berbeda. Dimana, DPRD akan memparipurnakan dan Pemda aja memanggil untuk duduk bersama menyelesaikan masalah [] - 05

 

Baca Juga :




 
KM Ncuhi Saneo Woja

KM Ncuhi Saneo Woja

Nama : Faruk alamat : Desa Saneo Kecamatan Woja Email : sapedampoka@gmail.com No HP : 085205235696 Hargailah orang yang menghargai orang, maka orang akan menghargai orang yang menghargai orang.

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan