logoblog

Cari

Tutup Iklan

Sebuah Potret Dari Desa

Sebuah Potret Dari Desa

Sejauh mata memandang, sejauh kaki melangkah dan sejauh sepeda diayuhkan, kita tidak memungkiri betapa banyak perubahan yang terjadi di provinsi NTB

Pengaduan Infrastruktur

Muhammad Ramli
Oleh Muhammad Ramli
01 Mei, 2017 10:05:59
Pengaduan Infrastruktur
Komentar: 0
Dibaca: 6952 Kali

Sejauh mata memandang, sejauh kaki melangkah dan sejauh sepeda diayuhkan, kita tidak memungkiri betapa banyak perubahan yang terjadi di provinsi NTB semenjak dipimpin oleh  DR. KH. Muhammad Zainul Majdi MA yang akarab disapa TGB (Tuan Guru Bajang). Setelah memimpin NTB ± 9 tahun, Beliau telah  menorehkan seantero penghargaan baik nasional maupun internasional dan juga tercermin dari program-program mega proyek yang berhasil disuguhkan, yang terjejer di semua daerah dari Lombok sampai ke Dompu.

Program-program mega proyek yang ada di Lombok seperti Lombok International airport  (LIA) di Peraya Lombok Tengah yang telah membuka embarkasi penerbangan ke Arab Saudi, bendungan Pandandure di Suangi Lombok Timur, dan Islamic Center (IC) di kota Mataram yang baru-baru ini dijadikan sebagai tempat pelaksanaan MTQ tingkat nasional tahun 2016, dan infrastruktur jalan tol dari Lombok sampai ke Dompu.

Tidak dipungkiri betapa signifikan perubahan yang terjadi di Provinsi NTB khususnya dalam bidang infrastruktur, dan hal tersebut dapat terpenuhi jika semua kebijakan pemerintah provinsi didukung penuh oleh pemerintah-pemerintah kabupaten/kota. Penyelarasan program-program ini akan mudah dievaluasi dari pemerataan infrastruktur yang dicanangkan di masing-masing kabupaten/kota khususnya infrastruktur jalan.

Infrastruktur jalan merupakan hal yang sangat utama bagi mobilisasi segala aktivitas rakyatnya terutama kaitannya dengan pertumbuhan ekonomi, bahkan keadaan jalan memiliki korelasi yang positif dengan pertumbuhan ekonomi. Kenapa tidak memiliki korelasi positif? Karena dengan keadaan jalan yang baik, masyarakat akan mudah memobilisasi perekonomian dari satu tempat ke tempat yang lain. Bayangkan masalah yang akan dialami oleh masyarakat para pelaku ekonomi seperti penjual, pengoplah, dan petugas sosialisasi (markeing). Betapa banyak biaya oprasional yang dibutuhkan untuk menuju ke pasar atau nasabah karena harus memperhatikan keadaan barang, memperhatikan keadaan kendaraan dan bahan bakar yang habis terpakai di jalan. Keamanan barang menjadi salah satu kekhawatiran bagi penjual karena dengan keadaan jalan yang tidak baik maka akan sangat berpotensi untuk tersandung atau tergesek, sementara keadaan kendaraan perlu menjadi pertimbangan bagi seorang marketer karena kerusakan kendaraannya yang disebabkan kemungkinan terpeleset butuh biaya perbaikan dan begitupun dengan tingkat pemakaian bahan bakar karena energi habis terpakai di tengah jalan sehingga akan berdampak pada pembiayaan yang lebih besar. Dengan demikian, pengeluaran diprediksi akan lebih besar dari untung yang akan diperoleh selaras dengan pribahasa “lebih besar pasak daripada tiang”.

Keadaan infrastruktur jalan yang rusak ini ternyata masih ada di provinsi NTB, tepatnya pada persimpangan jalan sebelah barat kantor camat Janapria yang menuju ke Dusun Lokon Desa Janapria dan menuju ke Desa Kerembong Kecamatan Janapria Kabupaten Lombok Tengah sepanjang ± 5 km. Banyak masyarakat yang mengeluhkan keadaan jalan tersebut bahkan hanya bisa menggerutu “piran baƹnƏ ƹaq tƏkƏrisaq rurung Ənƹ?” bahkan sebagian mengatakan “raosnƏ doang ƹaqtƏkƏrisaq langan Ənƹ, laguq sampƹ nanƹ ndaraq buktinƏ”.

 

Baca Juga :


Hemat penulis, ternyata masih ada kealfaan pemerintah kabupaten setempat untuk menjadikan fasilitas pendukung perekonomian masyarakat berupa jalan sebagai hal yang proiritas. Melalui tulisan ini, semoga pemerintah tidak terlalu larut dengan kealfaan yang semestinya didahulukan, demi kesejahteraan rakyatnya. Kalaupun sudah direncanakan, semoga dapat terealisasi dalam waktu yang relatif dekat.      

Disusun oleh Muhammad Ramli [] - 05



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan