logoblog

Cari

Tutup Iklan

Mencari Tugas di Gardu PLN

Mencari Tugas di Gardu PLN

KMBOLO—Jaringan internet sangat dibutuhkan di era digital saat ini. Diperkirakan lebih dari setengah populasi masyarakat di dunia, menggunakan jaringan internet untuk

Pengaduan Infrastruktur

KM Bolo
Oleh KM Bolo
08 April, 2018 18:00:20
Pengaduan Infrastruktur
Komentar: 0
Dibaca: 425 Kali

KMBOLO—Jaringan internet sangat dibutuhkan di era digital saat ini. Diperkirakan lebih dari setengah populasi masyarakat di dunia, menggunakan jaringan internet untuk mendukung kelancaran kegiatan usaha maupun lainnya.

Sejak tahun 2016, pengguna internet melonjak tajam seiring kemajuan zaman. Bahkan dunia pendidikan di Indonesia, sudah menggunakan sistem pembelajaran online, termasuk kegiatan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Seiring berkembangnya kemajuan ITe, semakin tinggi pula animo masyarakat menggunakan dan memanfaatkan jaringan tersebut. Sayangnya, para pengguna jaringan ini, sebahagian besar berasal dari kalangan mampu. Namun bagi mereka yang hidup pas-pasan, paling mengandalkan jaringan internet gratis yang diberikan oleh pihak tertentu atau yang ‘sesumbar’ di titik tertentu.

Seperti yang dilakukan oleh dua orang pelajar dari sekolah MAN 1 Bima, di Kecamatan Bolo Kabupaten Bima Provinsi NTB. Kedua anak ini begitu semangat mencari tugas sekolah lewat internet. Sayangnya, untuk mendapatkan tugas tersebut, mereka harus berhadapan dengan bahaya dan ancaman listrik. Karena dibawah kolom gardu PLN bertegangan tinggi itu, ternyata ada sinyal (jaringan internet) yang bisa dimanfaatkan mereka sehingga memudahkan kedua pelajar ini mendapatkan tugas sekolah.

 

Baca Juga :


Sungguh ironis, bermain internet dibawah kolom gardu PLN, tentu mengancam keselamatan jiwa kedua anak ini. Namun apalah dikata, tugas sekolah yang dikutip lewat internet, terpaksa diselesaikan dibawah kolom gardu listrik.

Inilah potret buram keterbatasan jaringan internet di Kecamatan Bolo Kabupaten Bima. Kedua pelajar dari keluarga ekonomi lemah ini, sangat berharap bisa mengakses jaringan internet gratis di wilayah mereka—yakni Desa Tambe Kecamatan Bolo—salah satu desa tertinggal. Perhatian pemerintah daerah/provinsi maupun pusat, tentunya sangat diharapkan oleh kedua pelajar ini sebagai yang mewakili teman-teman lainnya di desa mereka. Sehingga ke depan, masyarakat Bima lebih khususnya, bebas dari buta internet (Bunet).(adi)



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan