logoblog

Cari

Tutup Iklan

Pengelola Akomodasi Wisata Butuh Bantuan Pemulihan

Pengelola Akomodasi Wisata Butuh Bantuan Pemulihan

KM. Sukamulia – Seperti kita ketahui, Gempa Lombok telah meluluh lantahkan puluhan ribu rumah warga, ratusan gedung sekolah, ratusan bahkan ribuan

Pengaduan Infrastruktur

KM. Sukamulia
Oleh KM. Sukamulia
23 September, 2018 19:11:21
Pengaduan Infrastruktur
Komentar: 0
Dibaca: 1802 Kali

KM. Sukamulia – Seperti kita ketahui, Gempa Lombok telah meluluh lantahkan puluhan ribu rumah warga, ratusan gedung sekolah, ratusan bahkan ribuan gedung perkantoran dan bangunan-bangunan lainnya, termasuk akomodasi wisata berupa bangunan hotel, home stay, villa dan rumah penginapan atau sejenisnya. Namun berdasarkan keterangan yang kami dapatkan dari beberapa orang pengelola hotel, home stay dan villa di daerah Kawasan Wisata Kecamatan Pringgabaya dan Kecamatan Sambalia, hingga kini mereka belum pernah didatangi oleh tim pendataan yang bertujuan untuk mendata bangunan mereka yang rusak supaya diberikan bantuan pemulihan atau perbaikan sebagaimana yang diberikan kepada perumahan warga, sekolah dan kantoran.

Salah satu aspek atau unsur pendukung dunia kepariwisataan adalah akomodasi, seperti hotel, home satay, villa dan sejenisnya. Gempa Lombok bukan hanya meluluh lantahkan perumahan warga, gedung sekolah, masjid dan perkantoran, namun Gempa Lombok juga meluluh lantahkan sebagain besar akomodasi wisata di daerah terdampak gempa. Banyaknya hotel, home stay, villa dan rumah-rumah penginapan yang runtuh atau rusak menyebabkan para pengelolanya berkeluhkesah. Keluh kesah mereka adalah mereka kehilangan sumber penghidupan dan membutuhkan bantuan dari pihak terkait untuk membenahi kembali akomadsi wisata yang mereka kelola demi pelihnya wisata Lombok sebab hingga saat ini belum ada pihak terkait yang melakukan pendataan untuk pemberian bantuan pemulihan untuk mereka.

“Hingga saat ini belum ada tim pendataan yang mengunjungi kami untuk tujuan mendata bangunan kami yang rusak agar nantinya diberikan bantuan perbaikan atau pemulihat, padahal penginapang merupakan salah satu pendukung keberlangsungan dunia kepariwisataan. Lihat saja, bangunan hotel ini runtuh total”, keluh Hasbullah (pengelola Munawar Hotel Labuhan Lombok) seraya menunjuk bangunan hotel yang dikelolanya dengan raut wajah pilu.

“Bangunan hotel ini roboh total karena gempa 7,0 SR pertama. Runtuhnya bangunan ini menyebabkan kami kehilangan mata pencaharian. Kami juga masyarakat terdampak gempa. Hotel ini adalah tempat tinggal dan tempat kami mencari nafkah, jadi rasanya sangat tidak adil jika pemerintah atau pihak terkait tidak memberikan bantuan pemulihan untuk kami”, sambung Nung (penjaga hotel Munawar) saat kami temui dalam kunjungan pendataan jumlah pengunjung di hotel yang dikelolanya itu pada hari Kamis lalu.

Keluhan yang hampir sama juga kami dengar dari pengelola-pengelola hotel, home stay dan villa lainnya yang ada di daerah Kawasan Wisata VI Lombok Timur (Kecamatan Pringgabaya dan Kecamatan Sambalia). Perlu kami sampaikan bahwa dari 10 penginapan yang ada di daerah Kawasan Wisata VI Lotim, hanya dua penginapan yang kondisinya rusak ringan (retak-retak), yakni East Lombok Hotel dan Villa Kondo dan delapan lainnya dalam kondisi roboh dan rusak berat. Misalnya, Munawar Hotel, Tiara Home Stay dan Dewi Tunjung Biru Hotel yang kondisinya bisa dikatak roboh total. Brother Hotel, Pondok Gili Lampu Home Stay, Pondok Siola Hotel dan Bidara Home Stay dengan kondisi rusak sedang dan berat.

“Kami juga warga terdampak gempa, jadi kami juga perlu dibantu oleh pemerintah sebagaimana ia membantu warga yang rumahnya mengalami kerusakan akibat gempa. Yaaa secara pribadi, saya sangat berharap supaya pemerintah dan pihak terkait menunjukkan keperduliannya kepada kami sebab keberadaan kami kiranya cukup penting bagi kemajuan dunia pariwisata Lombok”, tegas Handayani (pemilik Bidara Home Stay).

 

Baca Juga :


Sekali lagi ungkapan-ungkapan senada juga disampaikan oleh beberapa pengelola/pemilik penginapan lainnya sebab hingga kini mereka belum pernah dikunjungi oleh tim pendataan korban gempa. Untuk itu, mereka menitipkan keluh kesahnya kepada kami yang mengunjungi mereka pada hari Kamis lalu guna melaksanakan kegitan pendataan jumlah pengunjung. Melalui kami mereka meluahkan keluh kesahnya dan meminta untuk menyampaikan keluh kesah mereka kepada pihak terkait. Atas dasar itu penulis menyuarakan keluhan mereka kepada pihak terkait, namun jawabannya “memang belum ada pendataan untuk hal itu, semoga saja kementerian pariwisata segera menjawab keluh kesah mereka”.

Atas jawaban tersebut maka penulis kembali menyuarakan keluh kesah mereka melalui tulisan ini sebab mereka mengamanahkan kepada kami untuk menyuarakan keluh kesahnya kepada pihak terkait. Dengan demikian, kami berharap semoga tulisan ini dapat menjadi bahan pemikiran atas keluh kesah mereka. Semoga pula jawaban yang kami terima itu segera terealisasi “semoga saja kementerian pariwisata segera menjawab keluh kesah mereka” demi bangkit dan pulihnya wisata Lombok.

Mohon maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan atau keluh kesah yang terlalu berlebihan. Sekali lagi, kami menulis artikel ini untuk menyampaikan kelih kesah para pemilik/pengelola akomodasi perhotelan yang ada di Daerah Kawasan Wisata VI Lotim. Terimakasih atas kunjungan dan perhatiannya. Salam dari kampung.

_By. Asri The Gila_



 
KM. Sukamulia

KM. Sukamulia

Nama : Asri, S. Pd TTL : Sukamulia, 02 Januari 1985 Jenis Kelamin: Laki-laki Agama : Islam Pekerjaan : Swasta Alamat, Dusun Sukamulia Desa Pohgading Timur Kec. Pringgabaya No HP : 082340048776 Aku Menulis Sebagai Bukti Bahwa Aku Pernah Ada di Dunia

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan