logoblog

Cari

Tutup Iklan

Korban Gempa Butuh Kejelasan Informasi

Korban Gempa Butuh Kejelasan Informasi

KM. Sukamulia – Keluh kesah warga akan proses pembangunan rumah mereka yang dijanjikan secepatnya oleh Presiden RI terus terdengar bahkan tersiar

Pengaduan Infrastruktur

KM. Sukamulia
Oleh KM. Sukamulia
29 September, 2018 19:15:47
Pengaduan Infrastruktur
Komentar: 0
Dibaca: 1139 Kali

KM. Sukamulia – Keluh kesah warga akan proses pembangunan rumah mereka yang dijanjikan secepatnya oleh Presiden RI terus terdengar bahkan tersiar di media masa. Keluh keaah atau tuntutan itu wajar mereka sampaikan sebab hingga saat ini rekening yang mereka terima belum bisa digunakan untuk mencairkan uang bantuan pembangunan/perbaikan rumah mereka yang rusak akibat gempa. Namun sesungguhnya, semua tuntutan itu terjadi sebab kurangnya sosialisasi dari pihak pemerintah terkait dengan sistim pencairan bantuan, cara penggunaan bantuan, model bangunan yang boleh dibuat dan hal-hal lain yang terkait dengan program itu.

 

Merasa lama menunggu realisasi janji Presiden RI mengenai Bantuan Pembangunan Tempat Tinggal bagi warga terdampak gempa Lombok, terutama yang rumahnya rusak berat maka warga pun menyuarakan keluhkesahnya itu. Namun demikian, keluh kesah mereka masih belum terjawab juga hingga saat ini sebab pemerintah melalui dinas terkait masih melaksanakan pendataan terhadap bangunan perumahan warga di beberapa wilayah pulau Lombok terdampak gempa.

Yach, jika melihat proses tersebut maka realisasi bantuan pembangunan rumah bagi korban gempa Lombok rasanya masih cukup lama sebab bantuan dari pemerintah memang memerlikan proses yang cukup lama dengan segala aturannya. Hal tersebut membuat masyarakat mengeluh dan berputus asa sebab musim hujan sebentar lagi akan datang.

Bukan hanya isu tuntutan tersebut yang beredar di lapangan, isu pemaksaan menggunakan konstruksi Rumah Risa juga menjadi polemic bagi warga, belum lagi banyaknya warga yang komplin karena rumahnya tidak didata oleh petugas dana tau kondisi rumahnya di data tidak sesuai menurut standar mereka. Artinya warga menilai bangunan rumahnya rusak berat tetapi petugas pendataan memasukkannya dalam kondisi rusak sedang atau rusak ringan.

Menyerap informasi dari berbagai lapisan masyarakat di berbagai wilayah Lombok terdampak gempa maka dapat disimpulkan bahwa munculnya berbagai persepsi dalam kalangan masyarakat yang akan menerima bantuan pembangunan tempat tinggal itu bersumber dari ketidak pastian informasi yang mereka terima mengenai hal itu. Informasi yang mereka terima masih timpang tindih.

Ketidak pastian atau kesimpangsiuran informasi tersebutlah yang menyebabkan warga mengeluh sehingga sangat perlu kirnaya pihak pemerintah dan dinas-dinas terkait untuk memberikan sosialisasi kepada warga supaya mereka memiliki pengetahuan dan infomasi yang sama mengenai bantuan itu. Terutama mengenai kapan dan bagaimana proses yang harus ditempuh supaya uang yang ada di dalam rekening yang mereka pegang dapat segera dicairkan.

“Pada dasarnya, warga korban gempa butuh kepastian dan informasi yang jelas mengenai bagaimana proses yang harus mereka tempuh supaya uang yang ada di dalam rekening yang sudah diberikan oleh pemerintah itu dapat dicairkan dan digunakan untuk membangun tempat tinggal mereka yang rusak akibat gempa”, ungkap Yudi (salah seorang pegawai Kementerian PUPR) yang kami tanya mengenai berbagai hal terkait bantuan pembangunan atau perbaikan rumah warga terdampak gempa ketika beliau sedang mengawasi proyek penataan area Objek Wisata Pantai Pondok Kerakat.

 

Baca Juga :


Salah seorang pegawai PUPR Lotim yang kami tanya di mushalla kantornya juga mengatakan hal senada. Bahkan beliau menyayakan, “sosialisasi itu sangat penting dan sebanrnya hal itu yang pertama dilakukan oleh pemerintah terkait denagn masalah bantuan perumahan warga terdampak gempa tersebut supaya masyarakat paham apa, bagaimana dan kapan bantuan itu bisa mereka gunakan”.

Beliau juga menceritakan bahwa pada saat ini, pihak PUPR Lotim masih dalam proses perifikasi rumah warga dan jika semua wilayah dikunjungi maka proses perifikasi itu akan berjalan cukup lama, paling tidak hingga bulan Desember 2018. Lalu kenapa harus diperifikasi padahal pendataan mkorban gempa sudah dilakukan oleh petugas di masing-masing desa ?, jawabnya adalah banyaknya data piktif menyebabkan pemerintah atau dinas terkait harus turun memperivikasinya. Misalnya saja, banyak ditemukan warga yang rumahnya tidak rusak dimasukkan dalam kategori rusak berat atau rusak sedang, setelah diadakan perifikasi  ternyata rumahnya baik-baik saja.

 

Terkait masalah itu, maka perlu sekali diadakan sosialisasi yang lengkap supaya warga korban gempa tidak berpersepsi macam-macam terhadap pemerintah. Berikan mereka kejelasan mengenai kriteria rumah yang dikategorikan rusak ringan, sedang dan berat. Berikan pula mereka informasi mengani kerusakan model apa saja yang dimasukkan di dalam data kerusakan akibat gempa dan atau utamanya adalah informasi mengenai tata cara penggunaan uang bantuan serta bangunan yang bagaimanakah yang boleh dibangun dengan uang bantuan tersebut. jika semuanya jelas dan informasi yang diberikan kepada masyarakat sama maka insyallah tidak akan ada masyarakat yang berdemonstrasi di koantor-kantor desa atau kantor camat dan kantor-kantor lainnya dengan tujuan melakukan tuntutan terhadap realisasi bantuan pembangunan rumah mereka yang rusak akibat gempa.

_By. Asri The Gila_



 
KM. Sukamulia

KM. Sukamulia

Nama : Asri, S. Pd TTL : Sukamulia, 02 Januari 1985 Jenis Kelamin: Laki-laki Agama : Islam Pekerjaan : Swasta Alamat, Dusun Sukamulia Desa Pohgading Timur Kec. Pringgabaya No HP : 082340048776 Aku Menulis Sebagai Bukti Bahwa Aku Pernah Ada di Dunia

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan