logoblog

Cari

Program Pamsimas Di Sejumlah Desa Dinilai Gagal

Program Pamsimas Di Sejumlah Desa Dinilai Gagal

KM Bali 1, Dompu-Sebagian besar Program Penyediaan Air Minum Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS), di kabupaten Dompu menuai masalah hingga dinilai sebagian besar

Pengaduan Infrastruktur

KM. Bali 1
Oleh KM. Bali 1
08 September, 2019 17:46:27
Pengaduan Infrastruktur
Komentar: 0
Dibaca: 1105 Kali

KM Bali 1, Dompu-Sebagian besar Program Penyediaan Air Minum Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS), di kabupaten Dompu menuai masalah hingga dinilai sebagian besar hasilnya tidak dapat di rasakan secara langsung oleh masyarakat. 
Hal ini dirasakan langsung sebagian masyarakat dompu seperti Desa Saneo Kecematan Woja, yang saat ini masih tahap proses penyelesaian karena adanya pekerjaan yang tidak sesuai Rencana Anggaran Belanja (RAB) dan adanya Dugaan Pemalsuan Dokumen. 
Akibat persoalan tersebut, Aliansi HMPDS menggelar Aksi di Kantor Dinas Pekerjaan Umum Dompu tepatnya, Senin (28/8) lalu, dengan tujuan menuntut transparansi terkait program Pansismas di Desa tersebut, hingga dilakukan audiensi di Aula Kantor setempat.
Audiensi tersebut dihadiri Fauzan sebagai Koordinator Pamsimas Kabupaten Dompu, Fery Ramadhan, ST, Bidang PPA Dinas PU Dompu, dan puluhan massa aksi yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Pemuda Desa Saneo (HMPDS).
Dalam dialog itu Koordinantor massa aksi yakni Ahmad alias Son mengungkapkan masalah program Pamsismas di Desanya. Dirinya menyayangkan pekerjaan yang dilakukan oleh manajemen program Pamsismas yang dinilai masyarakat tidak memecahkan persoalan kelangkaan air di Desa tersebut. bahkan Son menyebutkan pihaknya sudah pernah melaporkan beberapa kali ke pihak berwenang terkait adanya masalah tersebut namun berlum juga ditindak lanjuti. “sejak tahun 2017 dibentuk kelompok kerja masyarakat, satlas, pengadaan pipa, dan masuk tahun 2018 tidak ada sosialisasi padahal saya ikut terlibat didalamnya, dengan masalah yang ada saya sudah tiga kali melaporkan ke sekretariat Pansimas namun hasilnya tidak ada”. Ungkapnya.
Saat diwawancarai Fauzan Koordinator Pamsismas Dompu mengakui adanya masalah di Desa tersebut terkait adanya keluhan warga masalah air, tidak sesuai dengan RAB, bahkan keinginan warga setempat untuk menggunakan sistem gravitasi pada sumber mata air dengan jarak 7 kilometer tidak dapat direalisasi karena anggran yang katanya terbatas. “keinginan teman teman itu sumber yang diambil dari mata air dengan menggunakan sistem gravitasi, padahal pansismas tidak mampu, sementara anggarannya hanya 215 juta dengan jarak 1780 meter”. Katanya.
Menurut Fauzan, adanya pertanyaan belum selesainya pekerjaan dan adanya keraguan bagi teman-teman terhadap pipa karena ada kontak yang tidak singkron dengan KKM pihaknya menilai bersama satker bahwa pekerjaan tersebut sudah selesai dikerjakan.  “pada saat memfasilitasi bersama satker pekerjaan secara teknis sudah selesai seperti kran, hidran dan bisa dimanfaatkan oleh warga”. Tuturnya. 
Selain itu juga Pamsismas di Desa Soritatanga dan Desa Nanga Kara Kecematan Pekat mengalami kerusakan dan tidak bisa dimanfaatkan oleh warga. “Pipa yang dipasang dalam jarak sekitar 1.5 kilometer dengan menggunakan pipa yang berukuran 3 inci mengalami kerusakan akibat terbawa banjir sehingga air tidak bisa dimanfaatkan warga setempat”. Kata PLT Desa Soritatanga saat ditemui beberapa waktu lalu tepatnya Rabu (28/8) diruangan kerjanya. 
Sementara itu hal yang sama pula yang dialami warga Desa Nanga Kara, adanya kemacetan air dibeberapa dusun sehingga warga setempat mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. “sejauh ini di dua dusun yang menggunakan jalur Pamsismas mengalami kemacetan”. Kata Taufik Kasi Pemdes Nanga Kara.(AS)

 

Baca Juga :




 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan