logoblog

Cari

Aspal Jalan Penghubung 2 Desa Hanya Tinggal Janji

Aspal Jalan Penghubung 2 Desa Hanya Tinggal Janji

Jalan penghubung 2 desa ini tidak lagi sebaik dulu ketika setahun setelah pengaspalannya. Jalan desa yang di bangun sekitar tahun 80 an

Pengaduan Infrastruktur

KM_Rensing Bat
Oleh KM_Rensing Bat
23 Oktober, 2019 06:40:06
Pengaduan Infrastruktur
Komentar: 0
Dibaca: 2788 Kali

Jalan penghubung 2 desa ini tidak lagi sebaik dulu ketika setahun setelah pengaspalannya. Jalan desa yang di bangun sekitar tahun 80 an dan pengaspalannya sekitar 7 tahun setelahnya kini terlihat memperihatinkan, Genangan air ketika musim hujan terlihat di mana-mana, lubang besar dan lekukan sering membahayakan penggunanya.

Jalan desa penghubung Desa Rensing Bat dan Desa Induk Rensing ke arah selatan oleh kedua desa selalu di usulkan di setiap Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) di tingkat kecamatan Sakra Barat dan selalu masuk menjadi skala prioritas untuk di bangun di tahun berikutnya, Namun sampai ke hari ini belum lagi ada ujung pangkal hingga kapan pengerjaannya akan menjadi kenyataan.

Masyarakat petani khususnya selalu berharap pemerintah akan melirik jalan yang seharusnya di kerjakan dengan segera, Janji pada musrenbang kecamatan seakan hanya tinggal janji dan selalu di nanti kepastiannya oleh masyarakat.

Atas nama Masyarakat Rensing Bat, Dalam hal ini Kepala Desa Muhammad Hilmi sudah sering menanyakan kepada pihak terkait tentang keberlanjutan pengerjaan jalan aspal khusus jalan Rensing Bat – Montong Tebolak Rensing ini, namun selalu hanya janji yang di berikan, kenyataan dari hasil musrenbang yang di hadiri muspika di setiap tahunnya seakan hanya di atas kertas yang jauh dari kata pasti, mereka seakan membohongi masyarakat dengan janji-janji yang tak pasti, ungkapnya

Salah seorang tokoh masyarakat yang tidak ingin di sebut namanya asal Rensing Bat mengeluhkan tentang janji pemerintah dan kondisi jalan yang semakin parah, Dari tahun 2014 lalu selalu masuk menjadi prioritas dalam musrenbang, sampailah pada tahun 2019 ini juga masuk menjadi skala prioritas untuk di kerjakan pengaspalannya, namun apa kenyataannya, sampai akan berakhir tahun 2019 masih juga belum tau ujung pangkalnya, Ungkapnya.

 

Baca Juga :


“Jalan ini termasuk yang paling sibuk ketika musim panen padi dan tembakau, Hasil pertanian di angkut melalui jalan ini, sementara jalan banyak lubang dan sering terjadi kecelakaan akibat licin ketika musim hujan. Kami masyarakat petani berharap kepada pemerintah untuk memperhatikan keadaan jalan ini, Kami maklum dengan keadaan, Ketiadaan anggota dewan di desa kami menjadi salah satu faktor jalan ini jauh dari lirikan pemerintah daerah, ketiadaan pengawalan dari anggota dewan akan sangat berpengaruh pada proses pembangunan di suatu tempat, Namun apakah seperti ini selamnya, semua tergantung politik?, Kesalnya saat di temui media ini Sabtu, 13/10/2019 kemarin di rumahnya.

H. Yahya, Warga dusun Bimbi desa Rensing Raya yang sering melalui jalan tersebut juga mengeluh dengan kondisi jalan sekarang, banyak tempat terjal di jalan ini dan sangat parah kondisinya terutama ketika masuk musim hujan, bayangkan dari dusun Tampih hingga desa Rensing Bat jalannya turun naik dan itu sangat tinggi, kita harus exstra hati-hati kalau melalui jalan ini, jika tidak siap-siap masuk jurang, Keluhnya sedih.

“Kami warga di sini berharap kepada pemerintah untuk bisa memperhatikan jalan ini, kondisi jalan seperti sekarang sangat menghawatirkan dan jangan sampai setelah ada korban baru berbuat”, Kesalnya



 
KM_Rensing Bat

KM_Rensing Bat

Hidup sederhana itulah bahagia. A@angzie, WA 087758488407 (penulis), Desa Rensing Bat Sakra Barat-Lotim

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan