Warga Kokok Putik Butuh Pipanisasi

Berbaga cara dilakukan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhannya akan air. Namun ahir-ahir ini banyak sekali sumber mata air yang mati akibat dari global warming dan banyaknya illegal loging (penebangan liar). Beberapa sumber mata air yang kami manfaatkan sebagai sumber air bersih berkurang debitnya, sehingga masyarakat kami (masyarakat Dusun Kokok Putik Desa Bilok Petung) kesulitan untuk mendapatkan air untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Untuk memenuhi kebutuhan air dimaksud, maka warga Kokok Putik bersama Kelompok Pengguna dan Pemakai Air (KPPA) Dusun Kokok Putik berusaha membangun bak penampungan air pada tahun 2004 yang berlokasi di Lokok Bie (5 Km dari Pemukiman masyarakat Dusun Kokok Putik). Pembangunan bak penampungan tersebut dilakukan secara swadaya oleh masyarakat sebab masyarakat kami sangat membutuhkan air bersih untuk kepentingan hidupnya.

Pada tahun 2012, bak penampungan yang kami buat itu hancur karena banjir. Melihat keadaan yang demikian maka kami berusaha untuk membuat bak penampungan sementara (darurat) yang kami gunakan hingga sekarang, tetapi pada tahun 2014 ini pipa yang kami gunakan untuk mengalirkan air dari sumber mata air ke pemukiman banyank yang rusak akibat kebakaran hutan yang terjadi pada bulan Juni yang lalu. Hal itu menyebabkan banyak pipa yang terbakar dan sejak itu kami kesulitan untuk mendapatkan air.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka kami dari pengurus KPPA Dusun Kokok Putik melakukan surveri ke Dusun Batu Santek Desa Sambik Elen Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara sebab di wilayah tersebut terdapat banyak titik mata air yang kiranya dapat dimanfaatkan oleh warga Desa Sambik Elen dan sekitarnya.

Setelah beberapa kali melakukan survey maka kami menemukan sumber mata air yang debitnya cukup besar, yaitu sekitar 5 liter per detik. Debit air ini cukup besar jika dibandingkan dengan debit mata air yang kami gunakan pada tahun-tahun sebelumnya. Hal inilah yang kemudian menyebabkan kami termotivasi untuk memasang pipa dari sumber mata air tersebut menuju perkampungan kami yang dihuni oleh 120 KK. Sumber mata air tersebut berada di Singgure (Dusun Batu Santek Atas Desa Sambik Elen) yang terletak di kaki gunung Rinjani. Mata air Singgure ini terletak sekitar 7 km dari perkampungan kami dan sumber mata air ini-lah yang akan kami alirkan hingga ke perkampungan kami supaya warga kami tidak lagi mengalami kesulitan untuk pemenuhan kebutuhan air bersih-nya.

Perlu juga kami sampaikan bahwa saat ini warga Dusun Kokok Putik mengalami kesulitan untuk mendapatkan air bersih sebab sumber mata air yang digunakan mengalami penurunan debit yang derastis dan hingga saat ini masyrakat kami semakin kesulitan untuk memperoleh air bersih. Salah satu cara untuk mengatas permasalahan tersebut maka sebagian besar warga kami membeli air bersih dengan harga Rp. 150.000/tangki dan ini hanya dapat digunakan sekitar 10 hari. Dengan demikian, setiap bulannya masyarakat kami harus mengeluarkan biaya sejumlah Rp. 450.000. Hal ini cukup memperihatinkan, mengingat sumber mata pencaharian masyarakat kami yang tidak menentu. Dan bagi warga yang tidak dapat membeli air maka satu-satunya jalan adalah mereka mangambil air ke Kokok Putik yang airnya mengandung kadar belerang cukup tinggi dan tidak baik untuk dikonsumsi.

Hal ini telah beberapa kali kami sampaikan kepada Kepala Desa Bilok Petung supaya beliau menginformasikan permasalahan ini kepada pihak yang berwenang menanganinya. Beliau memberikan respon yang positif dan kemudian menyampaikannya kepada piha Kabupaten sehingga pada bulan yang lalu Desa Bilok Petung diberikan bantuan pipanisasi sepanjang 3.200 m, sedangkan pipa yang kami butuhkan supaya warga kami bisa mendapatkan air adalah 7.000 m.

Setelah mendapatkan bantuan pipanisasi tersebut maka Kepala Desa mengajak warga untuk melakukan gotong royong untuk memasng pipa sepanjang 3.200 m tersebut. Pemasangan pipa itu masih dalam proses namun pipa sepanjang 3.200 m tersebut hanya bisa sampai ke Dusun Landean dan belum bisa mengalirkan air ke dusun kami. Dengan demikian kami untuk mengalirkan air ke perkampungan kami maka kami masih membutuhkan pipanisasi sepanjang 3.800 m.

Mengingat permasalah tersebut maka kiranya pemerintah Kabupaten Lombok Timur melalui dinas terkait berkenan untuk memberikan bantuan dana pipanisasi kepada warga kami supaya kedepannya masyarakat Dusun Kokok Putik Desa Bilok Petung dapat mencukupi kebutuhan mereka akan air. Dan perlu pula diingat bahwa air adalah kebutuhan yang sangat vital dan primer. Oleh sebab itu, kami sangat mengharapkan perhatian, bantuan dan sumbangsih pemerintah yang memang memilili tugas untuk mengatasi permasalahan umum yang dihadapi oleh masyarakat-nya.

Semoga pengaduan ini dapat menjadi bahan pertimbangan bapak/ibu yang duduk di kursi pemerintahan. Dan semoga kita semua tetap dalam lindungan dan rahmat Allah SWT. Amin ya Robbal Alamin. [] - 01


_By. Asri The Gila_

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru