BPKP Diminta Audit Proyek Embung Sori Bura

Badan Pemeriksa Keuangan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi NTB agar mengaudit pelaksanaan proyek Embung Sori Bura di Kecamatan Parado, Kabupaten Bima Provinsi NTB. Proyek senilai Rp5,578 miliar yang dibangun diatas lahan seluas 240 hektar tersebut, diduga terjadi penyimpangan. Salah satunya adalah pihak pelaksana tidak mampu menyelesaikan tanggungjawabnya hingga pada masa akhir tahun anggaran 2014.

Proyek embung Sori Bura senilai Rp5,578 miliar lebih anggaran tahun 2014 di Desa Kuta Kecamatan Parado Kabupaten Bima mangkrak hingga tahun 2015 ini. Sejumlah warga setempat mempertanyakan penyelesaian proyek tersebut. Bahkan sejumlah aktivis dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) mendesak aparat Kejaksaan dan Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk segera membidik kasus tersebut.

Informasi yang dihimpun dari sejumlah warga setempat, bangunan proyek embung di atas tanah 240 hektar itu, baru semacam tanggul setinggi 80 cm dan kini dibiarkan mangkrak. Padahal, limit waktu pengerjaan proyek yang bersumber dari APBN murni itu hanya 240 hari.

Beberapa media massa di Kabupaten Bima juga menyorot adanya pelaksanaan proyek yang dinilai amburadur itu. Bahkan sampai saat ini, belum ada tanda-tanda reaksi dari pihak terkait untuk mengusut kasus yang merugikan uang negara miliaran rupiah tersebut.

Bahkan pengurus Lembaga Edukasi Akuntabilitas Keuangan Publik dan Non Publik Bahrain, sudah menghimpun sejumlah keterangan warga, hingga mengecek kondisi bangunan proyek. Dari hasil pengecekan lembaga tersebut, mengemukakan ketinggian tanggul diperkirakan 80 centimeter. Ironisnya lagi, proyek tersebut sudah lewat tahun anggaran. Konsekuensinya anggaran terancam hangus dan masyarakat dirugikan.

Seperti dilansir berita11, pihak Lembaga Edukasi Akuntabilitas Keuangan Publik dan Non Publik sudah mengonfirmasi sejumlah pihak terkait proyek tersebut, termasuk Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari Dinas Pronvisi NTB. Dari penjelasan pejabat itu, proyek mangkrak dan terhambat karena sulitnya proses perijinan pijam pakai kawasan hutan di Kabupaten Bima.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek embun Sori Bura Desa Kuta Parado Samporno, dikonfirmasi kampung-media.com Via HPnya berkali-kali, Sabtu (24/1/15) pagi, tak menjawab. Namun setelah di SMS untuk menanggapi hasil pelaksanaan proyek miliaran tersebut, pak Samporno hanya menjawab dengan singkat.

“Iya skr sy ada acara bpk pss dmn? Nanti Bpk sy tlp. Tks. Pk bsk senen km tlp bpk. Tks,” demikian jawaban via SMS berturut-turut oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Proyek Embun Sori Bura Desa Kuta Parado, Samporno.(adi) - 05

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru