Biang Kerok PDAM Sebuah Kekecewaan Masyarakat


Eksploitasi yang telah dilakukan oleh PDAM Kabupaten Lombok Tengah kini telah menyisakan kesengsaraan bagi masyarakat. terkurasnya Sumber Daya Alam (SDA) akan memberikan dampak yang signifikan terhadap sumber-sumber mata pencaharian masyarakat seperti pertanian, perikanan dan kebutuhan masyarakat lainnya.

Kawasan Lombok Tengah bagian utara menjadi lahan empuk untuk di peras atau ambil airnya secara berlebihan, tanpa harus melakukan Research atau kajian kebutuahn air oleh masyarakat, baik kebutuhan untuk bertani, minum, mencuci dan kebutuhan masyarakat sehari-harinya.

Tidak bisa kita pastikan jika musim kemarau panjang yang di hadapi seperti beberapa bulan lalu, sumber kehidupan masyarakat kini telah diambil alih oleh pemerintah daearah Kabupaten Lombok Tengah dengan perusahaan daerah yang dimiliki dan kayaknya lebih mementingkan sisi bisnis ketimbang kehidupan masyarakat.

Ada tiga desa yang berketergantungan pada sektor ketersediaan Air yaitu Desa Karang Sidemen, Desa Tanak Beak dan Desa Lantan, semua aktifitas pertanian dan perkebunan menggantungkan kebutuhan air melalui Kokoh (Kali lenek), Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) tidak mengambil air langsung dari sumber mata  air (sejenis air embulan), tapi langsung memasang pipa ukuran besarannya lebih dari pohon kelapa di Kali Lenek. Sehingga dalam rentan 2-3 tahun ke- tiga desa ini akan mengalami keterancaman krisis air, dan banyak sawah yang berubah pungsi menjadi perkebunan karena tidak ada air untuk mendukung sektor pertanian.

Begitu juga dengan Jalan Dusun Lantan Duren yang di lewati pipa PDAM, kini telah mengalami kerusakan yang cukup parah seperti, berlubang dan terkikis Air.  Kesemuaannya itu di sebabkan oleh timbunan asal-asalan oleh pekerja PDAM, apalagi seperti musim sekarang ini yang hampir setiap hari curah hujan di kawasan ini dengan isensitas tinggi.

Banyaknya masyarakat yang menjadi korban jika melewati sepanjang jalan Dusun Lantan Duren, seperti terjatuh dari sepeda motor yang hingga saat ini tidak kunjung di perbaiki kembali, padahal janji sebelum pengerjaan proyek pipanisasi ini akan memperbaiki seperti semula.

Dari informasi masyarakat yang di dapatkan dari petugas PDAM bahwa pengerjaannya belum selesai kontrak dengan salah satu CV yang menjadi pelaksana proyek ini, namun jika infrastruktur jalan di dusun ini dibiarkan tetap rusak, maka akan banyak masyarakat yang akan menjadi korban. Jika pemerintah desa dan PDAM tutup mata dalam persoalan yang di hadapi, kelompok masyarakat  telah berencana mau menyegel dan menyetop air di bak penampungan yang paling besar di Dusun Lantan Duren.

Masyarakat sebenarnya tidak menginginkan ada kegiatan segel atau demonstrasi seperti waktu pengerjaan lalu sampai bertindak anarkis dan merusak fasilitas yang sedang di kerjakan. Namun jika beberapa persolan yang di hadapi tanpa ada solusi maka hal-hal yang tidak diinginkan pasti akan terjadi. [] - 05

 

 

 
 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru