Kekeringan, Warga Keluhkan Air Bersih

Kekeringan melanda sejumlah wilayah di Lobar. Wargapun mulai menjerit kekurangan air bersih. Hanya saja kebutuhan warga belum mendapat sambutan dari pemerintah daerah. Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi sudah menyatakan lempar handuk. Sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lobar masih berpangku tangan. Padahal, sebagian warga kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan tiap hari.

Marhamah warga Senggigi, Lombok Barat menyatakan, hingga saat ini belum ada bantuan turun. Ia dan warga masih mencari sendiri dan mengandalkan  air PAM yang macet ini. Karena itu ia meminta pemerintah turut memperhatikan kondisi masyarakat. Apalagi, memasuki musim kemarau, dirinya bersama warga lain mengalami kesulitan air. ”Air tidak ada yang keluar. Bak air yang selama ini mengaliri ke rumah kami sudah kering,” katanya.

Dirut PDAM Giri Menang Lalu Ahmad Zaini mengaku sudah mendengar kesulitan air warga Dusun Senggigi. Dirinya telah membaca di media dan sudah dicarikan solusinya. ”Kami akan membantu mencukupi kebutuhan air warga,” jelas zaini.

Dikatakan zaini, kondisi air yang mengalir ke rumah warga, khusus di RT 05 Dusun Senggigi memang sering ngadat. Tidak maksimalnya aliran air dikarenakan masih difokuskan di Sandik. Untuk menanggulangi kebutuhan air, sambung dia, pihaknya bakal membangun sumur bor yang berlokasi di Sandik. Sumur itu akan membantu warga sekitar, termasuk warga Dusun Senggigi.

Zaini yakin, akan melayani dropingan sesuai permitaan. Bahkan telah siapkan titik pengambilan air. Namun, kata dia pihaknya belum melakukan droping air karena belum ada koordinasi dengan BPBD dan Dinsosnakertrans. Jika sudah ada permintaan, pihaknya akan mengerahkan dua unit mobil tangki.

”Satu mobil tangki kapasitasnya 4 ribu liter. Namun kami belum dorping. Kalau ada, kami akan segera salurkan,” tandasnya. (wardi) - 05

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru