Masyarakat Dihantui Pungli PDAM

Pungli (pungutan liar) masih saja mewarnai warga masyarakat Mataram ataupun Lombok Barat dalam proses pemasangan air PAM bantuan pemerintah. Mengatasnamakan oknum pegawai PDAM Giri Menang tidak segan-segan meminta sejumlah uang kepada penerima bantuan. Padahal, warga telah digratiskan dari segala biaya.

Ditanyakan hal itu, Dirut PDAM Giri Menang, Lalu Ahmad Zaini tidak membantahnya. Terhadap hal ini, ada beberapa persoalan yang harus diselesaikan bersama. Salah satu yang diungkapkan, yakni adanya pungutan liar bagi penerima bantuan. ”Pungli itu termasuk pelanggaran. Kalau kami temukan ada oknum pegawai PDAM, kami akan seret ke ranah hukum,” kata Zaini dalam keterangan persnya di Aula PDAM.

Dalam tahun ini, warga yang mendapat pemasangan gratis air sebanyak 8 ribu orang. Jumlah itu tersebar di wilayah Lobar dan Mataram masing-masing sebanyak 4 ribu orang. Anggaran pemasangan itu berasal dari dana hibah APBN dan bantuan Australia. ”Gratis pemasangannya, tapi iuran per bulannya tetap dibebankan,” jelasnya.

Dikatakannya, dana hibah dari APBN itu digunakan untuk pemasangan tiga ribu pelanggan. Sementara, 1.000 pemasangan lagi bersumber dari anggaran yang disumbangkan Australia. ”Jadi total pelanggan yang mendapat pemasangan gratis di Mataram dan Lobar masing-masing 4.000 orang,” tandasnya.

Sejauh ini, progress realisasi pemasangan itu sudah hampir selesai. Saat ini, sebagian pelanggan sedang dilakukan pemasangan baru. ”Sedang berjalan, dan dipastikan bisa selesai tahun ini,” ujarnya.

Zaini menegaskan, warga masuk kategori penerima bantuan pemasangan air diminta melapor jika ada petugas meminta uang. Karena, berdasarkan laporan yang diterimanya masih ada oknum meminta bayaran kepada warga penerima bantuan. ”Kalau bukti cukup kami akan bawa ke ranah hukum. Saya berharap pungli tidak ada‎​ lagi,” pungkasnya. (wardi) - 05

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru