Listrik Gratis Jadi Ajang Pungli

KM, Woja/Saneo – Proyek Pemasangan Listrik Gratis Dari Pemerintah Provinsi NTB untuk warga kurang mampu di NTB nampaknya menulai permasalahan, sesuai dengan data yang berhasil dihimpun oleh media ini, proses pelaksanaannya di Kabupaten Dompu dijadikan sebaga ajang pungutan liar bagi para oknum pelaksana pemasangan listrik tersebut. Seperti yang diterangkan oleh beberapa orang warga Desa Mangge Asi Kecamatan Dompu yang ditemui oleh media ini setiap warga yang mendapatkan bantuan proyek listrik gratis tersebut harus menyerahkan uang sebesar Rp 200-300 ribu perorang. Hal yang sama juga terjadi di Desa Kempo Kecamatan Kempo.

Mengenai dugaan tersebut Kepala Dinas Koperindagtamben melalui Kepala Seksi Energi nya Muhidin ST mengatakan, tidak tahu kalau dalam proses pelaksanaan pemasangan listrik tersebut dilakukan pungutan liar, yang dirinya ketahui proyek tersebt adalah proyek gratis dari PEmprov dengan menggunakan anggaran APBN Provinsi. “Itu digratiskan dan itu adalah proyek dari anggaran Provinsi, kalau maslah pungli kami tidak tahu,” tandsnya.

Muhidin juga mengatakan yang mengerjakan proyek tersebut langsung dari Provinsi dan bukan dari Dinas Koperindagtamben Kabupaten Dompu. Terang Muhidin pihaknya yang di  Dompu hanya dimintai bantuan untuk mendata warga yang layak untuk mendapatkan bantuan tersebut. “Pemprov yang mengerjakananya, kita yang di Dompu hanya dimintai bantuan untuk mendata warga yang akan mendapatkan bantuan listrik gratis tersebut dan ditentukan sesuai dengan kelayakannya,” jelasnya.

Masalah siapa tender pemenang untuk memasang listrik tersebut Muhidin tidak berani memberitahu, pasalnya, yang mengetahui itu lanjut Muhidin adalah pihak Provinsi. Namun lanjutnya, Muhidin sering memanggil pihak pelaksana untuk memberitahukan agar tidak dilakukannya tindak pungutan liar kepada masyarakat. Kami sering panggil pihak pelaksana itu, dan kami kasih tahu agar tidak dilakukan pungli, tapi informasi yang kami dapatkan trjadi juga ini,” tandasnya.

Proyek lisgtrik gratis untuk warga NTB tersebut di Kabupaten Dompu hanya mendapatkan jatah sebesar 246 orang warga yang ada di 7 Kecamatan kecuali Kecamatan Pekat.  Informasi yang juga berhasil dihimpun oleh media ini, alat meteran listrik yang dipasang tersebut juga banyak yang kurang bahan pelengkap, seperti daya sambung listrik pada meteran, dan hal itupun dikeluhkan oleh warga. Proyek yang diperuntukan untuk tahun 2015 tersebut sampai saat ini belum selsai dilakukan pemasangan, sementara targetnya selesai sampai pada tahun ini. (Faruk) -01

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru